oleh

Bantuan S Osial (BANSOS) Yang Terdampak Pandemi Virus Corona (COVID-19) Untuk Siapa?

 

OPINI  PUBLIK

Icha Ardiono Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum di UIN AR-RANIRY Banda Aceh, Sabtu (27/06/2020)

Pendistribusian warga penerima bantuan sosial (bansos) yang terdampak pandemi virus corona (covid-19) menuai sejumlah persoalan. Mulai dari pendataan hingga distribusi yang tak tepat sasaran. Jenis bantuan yang beragam juga dinilai berpotensi menimbulkan kekacauan dalam penyaluran bansos di masyarakat. Ada sembilan jenis bantuan yang dibagikan di antaranya bansos presiden, bansos provinsi, bansos kabupaten/kota, hingga dana desa. Banyaknya jenis bantuan, akan membuat masyarakat bingung karena tidak datang secara bersamaan. Apalagi kemudian ada orang yang seharusnya tidak miskin tapi tiba-tiba terdampak Covid sehingga menjadi miskin.

Pendataan warga yang berhak menerima bantuan sebenarnya telah diatur dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin. Pasal 8 menjelaskan bahwa penetapan kriteria fakir miskin dilakukan oleh menteri. Setelah itu menteri melakukan proses verifikasi dan validasi data fakir miskin yang dilakukan secara berkala minimal dua tahun sekali

Hasil verifikasi dan validasi pendataan itu kemudian dilaporkan kepada bupati/wali kota. Bupati/wali kota kemudian melaporkan kepada gubernur untuk diteruskan kepada menteri. Sementara bagi fakir miskin yang belum terdata dapat mendaftarkan diri kepada lurah atau kepala desa. Bagi keluarga yang terdaftar sebagai fakir miskin wajib melapor ke lurah atau kepala desa jika terjadi perubahan data pada anggota keluarganya. Nantinya data itu yang akan diverifikasi dan validasi kembali oleh bupati/wali kota sebelum disampaikan ke menteri. Data yang telah diverifikasi dan validasi harus berbasis teknologi dan dijadikan sebagai data terpadu.

Selain itu, Lewat rilis survei “Wabah Covid-19: Efektivitas Bantuan Sosial” yang dirilis secara online pada 12 Mei 2020, oleh Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyampaikan bahwa hampir 50 persen yakni sebanyak 49 persen masyarakat menyatakan bantuan sosial belum mencapai sasaran dan 37 persen lagi menyatakan sudah mencapai sasaran lebih sedikit. Survei opini publik tersebut pun telah dilaksanakan sejak 5-6 Mei 2020 melalui telepon yang melibatkan 1235 responden dengan margin of error 2,9 persen.

Ini mengkhawatirkan, mengingat besarnya dana yang dikucurkan pemerintah hanya akan berarti bila bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan dalam kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan. Munculnya opini bahwa bantuan sosial belum dianggap tepat sasaran dikarenakan pendapat warga tentang banyaknya masyarakat yang berhak namun belum menerima bantuan. Dari survei ditemukan pendapat warga sebanyak 60 persen tentang warga yang berhak namun belum mendapatkan bantuan dan ada 29 persen pendapat yang menyatakan bantuan diberikan kepada yang tidak berhak.

Merujuk pada data Susenas BPS 2019, sebanyak 34 persen warga dinyatakan layak menerima bantuan sosial dimana mereka yang dianggap layak adalah yang berada di bawah garis kemiskinan sebanyak 9,41 persen hingga yang berada sedikit di atas garis kemiskinan sebanyak 24,97 persen. Namun berdasarkan hasil survei opini pendapat ini baru ada sebanyak 21 persen masyarakat yang menyatakan telah menerima bantuan.

Dimana dari data tersebut ada sebanyak 13 persen masyarakat yang belum menerima bantuan atau sekitar 35 juta orang dari populasi nasional 2020. Ini tentu merupajan persoalan serius, karena mereka yang tak menerima bantuan bisa kelaparan, tak mampu berobat, tak mampu bayar kontrakan, dan persoalan-persoalan mendesak lainnya.

Dengan demikian kita berharap pemerintah terus melakukan evalusi data dan meningkatkan efektifitas pembagiann bantuann ditengan pandemi yang sedang terjadi saat ini, dan tentunya kita juga berharap tidak ada pihak atau oknum yang memanfaatkan situasi saat ini dan mencari kesempatan demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu ditengah kesengsaraan rakyat pada saat ini. (Pj)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed