oleh

Terkait Aduan DPRK Agara Hasanusi,cs, Terhadap Salah Seorang Ketua LSM, Pihak Polres Agara Komit Untuk Memprosesnya

Teropong Barat: Aceh Tenggara |  Terkait laporan Hasanusi cs, yang merupakan anggota DPRK agara maka pihak aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini polres Aceh Tenggara tetap akan memproses secara hukum apabila delik aduan yang di adukan Hasanusi cs itu ada pelanggaran hukum nya demikian disampaikan Kapolres Aceh Tenggara, AKBP.Wanito Eko Sulistio. Sik melaui kasat Reskrim AKP. Aidil Saputra SH.Sik Cq Kanit tindak pidana tertentu Ipda.Herianto Annar, kepada sejumlah wartawan pada Senin (29/06/20) di ruangan kerjanya.

Saat ini proses penyelidikan masih berlanjut untuk sementara kami sudah memanggil pihak dari DPRK Agara, dalam pengembangan kasus ini mungkin hari ini salah satu nya dr,buhari akan di dengarkan juga keterangan dari dia terkait delik aduan dalam akun Facebook salah seorang ketua LSM di Agara ini, Irwansyah terhadap dugaan pelecehan lembagaan negara yaitu DPRK agara.

Kemudian untuk mengembangkan kasus ini sambung nya bahwa pihak polres agara juga nanti nya akan memanggil beberapa ahli, seperti ahli ITE, ahli Pidana, dan ahli bahasa , dari perguruan tinggi unsiah dan malikul Saleh Lhokseumawe,.jelas Kanit Tipidter.

Diakhir pembicaraan mudah mudahan kasus dugaan pelecehan lembagaan negara yang di laporkan oleh Hasanusi cs bisa secepatnya terungkap, sepanjang adanya dukungan alat alat bukti.

Bahwa sebelumnya diberitakan anggota DPRK Agara Hasanusi,cs telah melaporkan salah seorang Ketua LSM di Agara dengan bukti laporan Nomor: LP/B/164/VI/2020/ACEH/RES AGARA tanggal 8 Juni 2020, laporan itu atas dugaan pencemaran nama baik lewat akun Facebook yang di lakukan oleh Irwansah, terhadap lemabaga negara dalam hal ini pihak DPRK Agara melalui akun facebooknya.

Kasirin sekedang yang juga Ketua LSM Solidaritas Rakyat Demokrasi dan Keadilan (Srdk) pada Media ini Senin (29/6/20) mengatakan, saya meminta kepada pihak Polres Agara supaya untuk dapat memproses terhadap pemilik akun Facebook yang sengaja melecehkan lembaga negara yaitu lembaga DPRK Agara, karena hal ini supaya menjadi pelajaran terhadap masyarakat maupun pihak tertentu agar tidak membuat status yang melecehkan dan membuat status sara, karena hal ini sangat bertentangan dengan undang undang pidana, ITE maupun undang undang lain yang bisa meranah kepda proses hukum yang berlaku. Tegas Kasirin .(tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed