oleh

SEKDES Kurang Kooperatif dan Kurang Tertib Adminitrasi di Desa ALIYAN

BANYUWANGI ,Teropong Barat,com.| Masyarakat Desa Aliyan Kec.Rogojampi Kecewa dengan kinerja Pemerintahan Desa khususnya SEKDES yang bernama Paturi beserta Staf di Kantor Desa Aliyan mereka tidak Kooperatif dalam dimintai keterangan kepada Masyarakat dan di dalam Pelayanan Desa

Dalam UU desa Bab VI Pasal 68(1), Masyarakat Desa berhak:
a. meminta dan mendapatkan informasi dari
Pemerintah Desa serta mengawasi kegiatan
penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan
Pembangunan Desa, Pembinaan Kemasyarakatan
Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa;
b. memperoleh pelayanan yang sama dan adil;
c. Menyampaikan Aspirasi, Saran, dan Pendapat lisan
atau tertulis secara bertanggung jawab tentang
kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa,
Pelaksanaan Pembangunan Desa, Pembinaan
Kemasyarakatan Desa, dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa;
d. Memilih, dipilih, dan/atau ditetapkan menjadi:
1. Kepala Desa;
2. Perangkat Desa;
3. Anggota Badan Permusyawaratan Desa; atau
4. Anggota lembaga Kemasyarakatan Desa.
e. mendapatkan Pengayoman dan perlindungan dari
gangguan ketenteraman dan ketertiban di Desa.

Jelas dalam pasal 68 diterangkan, Menjalankan tugas Menganyomi dan Melayani masyarakat, dan juga keterbukaan dalam dimintai keterangan itu wajib dilakukan oleh Pemerintahan Desa.

Hal ini sangat berbeda dengan Perangkat Desa Aliyan Pimpinan KADES Anton Sujarwo, SE. Yang juga selaku ketua ASKAB Kab. Banyuwangi – JAWA TIMUR yang seharusnya jadi percontohan Desa lainya yang ada di seluruh Kabupaten.

Hal ini terlihat dari konfirmasi seorang masyarakat melalui Aplikasi Chat WA senin 29-06-2019 pada pukul 12:00 wib yang meminta SEKDES Paturi untuk mempaparkan baliho DD dan ADD di Desa Aliyan baru dijawab setelah 24 jam lebih.

Selasa 30-06-2020 selama 24 jam, lebih baru dapat jawaban bahwa baliho APBDES sudah terpampang di pojok balai Desa dan ada pekataan SEKDES Paturi beserta suara wanita dan juga pria didalam suara Voic melalui Aplikasi Chat WA Voic Note yang dikirimkan ke warga,

Sangat kurang baik untuk di dengar perkataan SEKDES beserta Staf dan Perangkat yang Nota Bene seorang Perangkat Desa Pelayan masyarakat, Sebagai berikut Visual saya tuliskan dan artikan dalam basa indonesia

SEKDES Paturi (“Kemarin WA nya, saya mengatas namakan warga masyarakat media apa itu.. pingin pemaparan SPJ”)
Suara seorng laki laki (“WA nya siapa! “)
Sekdes paturi (“Aguse Priyono”)
Suara orang laki laki(“Hadeh! “)
Suara seorang wanita (” tetangga cak joni ,Pemuda pancasila”)
Sekdes paturi (” ayo wes diluar Perangkat Desa saya sebagai masyarakat Prosedurnya begini ya sudah”)
isi Voic Note Chat Aplikasi WA SEKDES Aliyan kepada Agus m saputra warga Desa Aliyan

“Saya pertegaskan kepada bapak SEKDES Paturi bahwa saya tidak pernah pakai nama Organisasi saya dan saya tanya balik kepada bapak apakah saya selama ini pernah bawa Organisasi saya Pemuda Pancasila selama saya menanyakan tentang Desa” ujar warga masyarakat Agus M Saputra

Setelah saya konfirmasi saudara SEKDES Paturi tidak menjawab semua pertanyaan saya cuma menjawab “Voic not saya tidak menyebutkan anda mengatas namakan Pemuda Pancasila. Maaf ya….saya blm istirahat msh menghendel pekerjaan” Cetus SEKDES Aliyan

KADES Anton sujarwo,SE dan juga Ketua ASKAB Kab. Banyuwangi saya konfirmasi apa maksud dan tujuan Perangkat Desa bawahanya dan Sekretaris Desa Aliyan tersebut melalui Chat WA ” mungkin pak SEKDES salah ngomong ” ujar KADES saat dikonfirmasi

Sebelumnya juga terjadi masalah Pelayanan pada saat jam kantor senin,15-06-2020, pukul10:19 yang tidak ada Perangkat atau Staf yang hadir cuma 7 orang yang berada di Kantor Desa yang justru warga masyarakat yang ada kepentingan dilayani oleh KADUS Kedawung Bpk BUDI .

Agus Nur Bany Yusuf,ST dan Agus M saputra warga masyarakat Tokoh Pemuda Desa Aliyan yang pada saat itu dikantor Desa menyanyangkan atas kinerja Staf dan Perangkat, “keinginan kita masyarakat supaya tertib Adminitrasi, jangan bikin fitnah seperti yang dilontarkan Staf perempuan dan sekdes Paturi di Pemrintahan Desa Aliyan dan sopan santun dijaga karna Desa Aliyan Desa percontohan Desa lainya” ujar kedua Tokoh Pemuda Aliyan tersebut
{Novita Dby}

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed