oleh

Kegiatan Balai Latihan Kerja Sangat Efektif Untuk Peningkatan SDM Desa

Aceh Tenggara Teropongbarat.com
Seharusnya Pemerintah Aceh Tenggara membuat terobosan  program-program unggulan dari tingkat desa,tentunya jika terobosan dan program ini berhasil dan sukses berjalan maka perekonomian masyarakat ditingkat desa pasti akan menjadi lebih baik.

Sebab melalui Balai Latihan Kerja  sangat banyak sekali bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,  dengan sasaran kepada kelompok melenial yang muda dan bisa berkya jika mempunyai keahlian dan keterampilan.

Karena jika seseorang mempunyai keahlian  yang terampil dan sudah pasti bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah terhadap peningkatan pendapatan perkapita.

Hal ini diutarakan oleh salah seorang tokoh Pemuda Agara, Mustafa Kamil AB. S Sos MA. kepada Teropongbarat.com pada Selasa (23/22) dia sangat mendukung dan mendorong melalui anggaran desa Pemuda bisa diberdayakan dengan mengikuti program Balai Latihan Kerja  .

Katanya melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang diterapkan dari tingkat desa tentu ini memberikan harapan baru bagi desa dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.

Sebab Balai Latihan Kerja anggaran Nya bisa melalui dana desa, yang sangat efektif dan nyata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Sebutnya

Padahal sudah jelas bahwa Menteri Desa PDTT telah mengeluarkan Permendes Nomor 13 Tahun 2020. Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa untuk Tahun 2021, diantara prioritas  itu, yakni untuk pemenuhan Substain nebel deflmen goals (sistem pembangunan berkelanjutan).

Pemulihan ekonomi masyarakat imbas Covid 19, dalam suasana baru sesuai dengan kewenangan desa, dan menjalankan Prioritas Nasional berupa pendataan potensi desa, pengembangan teknologi informasi, serta Pencegahan Stanting.

Melalui balai latihan kerja tentu akan sangat bermanfaat bagi warga, sebab dengan adanya Balai Latihan Kerja tentu bisa kita bisa mandiri karena mempunyai keahlian.

Dalam BLK banyak yang bisa dilakukan seperti latihan perbengkelan, pelatihan elektronik, jahit baju seragam serta masih banyak lagi kegiatan pelatihan yang bisa didanai dari APBDes desa setempat.

Hendaknya Pemerintah Aceh Tenggara dalam hal ini Bupati H.Raidin Pinim, seharusnya respek dan peka terhadap ini, untuk tujuan peningkatan sumber daya manusia dan peningkatan pendapatan perkapita desa, maka harus mampu membuat program yang dimotori oleh dinas terkait seperti dinas Sosial,Deprindag, Koprasi dan DPMK.

Namun sayang saat ini belum ada terobosan baru seperti itu, dan hanya masih membuat program kegiatan yang tidak menyentuh kepentingan terhadap masyarakat luas, seperti  program pengadaan buku desa Rp 20 juta rupiah, kegiatan Bimtek Rp 30 juta rupiah, kegiatan karang taruna Rp 10 juta rupiah per desa, selanjutnya untuk Sistem informasi desa Rp 7 juta rupiah dan beasiswa perangkat Kute Rp 7 juta rupiah dan program stanting Rp 7 juta rupiah.

Semua kegiatan tersebut bagaikan bisnis tahunan yang menguntungkan pribadi maupun kelompok dan golongan saja, sedangkan masyarakat desa  hanya  menggelontorkan uang saja dari dana desa melalui APBDes desa.

Sehingga hal ini dituding banyak kalangan, merupakan sebagai ajang untuk melakukan korupsi secara  yang sudah terencana dengan matang dan rapi  serta terstruktur, terorganisir dan masif.

Kemudian terkait program tersebut salah seorang Kepala desa setempat yang dijumpai  acehstandar.com mengaku sangat senang dengan adanya terobosan program-program unggulan dari BLK, tapi bukan saya tidak mau dalam program tersebut, karena untuk tahun 2021 ini, semua sudah anggaran desa program nya sudah tertampung dalam APBdes kami.Singkatnya.(hidayat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed