oleh

Peduli Sosial, FKMSB Bangkalan Galang Dana untuk IRHAM MAULANA Remaja Penderita Kanker 

BANGKALAN ||TEROPONGBARAT.com || Sekelompok Mahasiswa Alumni Pondok Pesantren Banyuanyar yang tergabung dalam FKMSB (Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar) lakukan aksi kemanusiaan pada tanggal 27 Februari 2021

Aksi kemanusiaan ini dilakukan di dua titik di Bangkalan. Yang pertama di lampu merah STKIP PGRI dan yang kedua di lampu merah Alun-alun Bangkalan. Yang mana dalam hal ini ada 10 orang yang turun ke jalan, tak terkecuali ketuanya.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian kader-kader FKMSB Bangkalan terhadap sesamanya yang terkena musibah. Selain itu, kegiagltan mulia yang di lakukan FKMSB Bangkalan ini merupakan implementasi dari Nilai Etika Prinsip hang menjadi dasar FKMSB itu sendiri. Seperti yang di sampaikan oleh Katua FKMSB Bangkalan, Naufal Risqiyanto.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial kader” fkmsb Bangkalan terhadap sesama yang sedang terkena musibah, yaitu terjangkit kanker pembulu darah. Dan juga sebagai pengamalan dari nilai etika dan prinsip (NEP) yang menjadi dasar di FKMSB itu sendiri.” Jelasnya dalam wawancara via WhatSaap.

Beliau juga menambahkan, semoga inisatif dari FKMSB ini dapat membantu meringankan beban yang di alami oleh Saudara Irham. Da juga bisa membangun kepekaan kader-kadernya terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya.

“Semoga hasil yang didapatkan walaupun tidak seberapa bisa meringankan beban dari saudara Irham yang sedang terkena musibah. Dan meningkatkan kepekaan sosial kader” fkmsb bangkalan.”

Yang menjadi plus pada penggalangan dana ini adalah semangat dari FKMSB Bangkalan dalam mengamalkan nilai-nilai yang menjadi dasar terbentuknya mereka. Meski hujan melanda kabupaten Bangkalan namun semangat para mahasiswa ini tidak surut. Demi agar bisa membantu saudara-saudaranya yang tidak seberuntung mereka.

Di akhir wawancara ketua FKMSB yang masih aktif di Universtas Trunojoyo Madura (UTM) ini menyampaikan pesan inspiratif untuk kader-kader dan juga mahasiswa yang masih memiliki hati nurani untuk peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

  1. “Hujan bukanlah alasan untuk berhenti berbuat baik. Hujan tetaplah air tapi uluran tangan untuk membantu sesama harus terus mengalir.” Tutupnya. (Dn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed