oleh

Perpres Miras Dikeluarkan, Fahrizal : Apa sudah Hilang Pengamalan Pancasila itu di Negeri ini ?

MEDAN – TEROPONGBARAT.com | Peraturan presiden (perpres) terkait investasi minuman keras (miras) di Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara (Sulut), hingga Papua telah resmi dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo. Tokoh Mahasiswa Hukum Sumatera Utara  mendesak Perpres itu untuk dicabut.

” Saya selaku  mahasiswa dan Generasi muda penerus tongkat estafet di negeri ini, meminta dengan kerendahan hati dan atas nama masyarakat Indonesia, agar Perpres Investasi Miras Dicabut karena jika tidak, itu akan menimbulkan problematika Multidimensi yang sangat luar biasa di tengah masyarakat. Pemerintah jangan bermain-main dengan hal ini, dan jangan kotori generasi muda bangsa dengan Miras dan sejenisnya !.” Kata Fahrizal S.Siagian salah satu Tokoh Mahasiswa Hukum Sumatera Utara (27/02/2021).

Fahrizal yang merupakan salah satu Research Assistant di salah satu Lembaga Independen di Sumatera Utara memiliki kepekaan terhadap isu-isu sosial dan ideologi luhur Pancasila.

Beliau juga mengutarakan, jika ini dibiarkan, maka akan banyak terjadi permasalahan-permasalahan ditengah masyarakat. Jika pengesahan Perpres tentang Miras ini telah menciderai nilai-nilai luhur Pancasila.

“Apakah pengamalan Pancasila sudah pudar di negeri ini ? ” jika ini tidak dicabut, ya kita takutkan bakalan terjadi permasalahan-permasalahan ditengah masyarakat. Bukankah banyaknya keributan-keributan atau perbuatan kriminal ditengah masyarakat, disebabkan pengaruh minuman beralkohol ?,  bukankah hal itu telah menciderai nilai-nilai luhur Pancasila? Bukankah Pancasila mengatur kita agar senantiasa menjadi manusia yang berketuhanan (sila ke-1) kemudian adil dan beradab (sila ke-2) ? dan menjadi insan yang saling bergandengan tangan dalam bingkai persatuan Indonesia (sila ke-3) ?. Barangkali masyarakat akan menjawab sendiri benar apa tidak statement saya ini, yang intinya, jangan kotori generasi muda bangsa. Generasi muda bangsa sebagai tonggak berdirinya negara di masa sekarang dan yang akan datang.” Tutupnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed